Locita

Gen Millenial: Subjek atau Objek Postmetropolis

Itu adalah hari yang kelabu di pertigaan Eberwalderstrasse kota Berlin. Perempuan muda tadi adalah pengurus hotel-apartemen tempat kami tinggal dan umurnya 23 tahun. Ini adalah tahun ketiga bagi Nona Anja di kota yang pelan-pelan bergerak mahal dan ia sudah lima kali berpindah-pindah pekerjaan. Awalnya ia datang sebagai pembersih di bar, lalu pekerja paruh waktu di laboratorium Irithesys, penerima tamu hotel, kemudian pengantar pizza dengan sepeda, perawat jompo dan kini Hausmaster (pengurus) di hotel Zarenhof.

Seperti kebanyakan kota dunia yang bergerak membesarkan diri, Berlin semakin membutuhkan banyak orang muda seperti Anja untuk mengganti para orang tua yang tersingkir ke rumah-rumah jompo. Gentrifikasi berjalan cepat, mereka yang memiliki uang banyak membeli gedung apartemen tua lalu mengubahnya menjadi kantor, hotel atau apartemen baru dengan sewa lebih mahal. Sedikit banyak memaksa penduduk lama pelan-pelan tersingkir dan anak-anak muda tinggal lebih lama bersama orang tuanya di pinggiran kota.

Anja datang dari Polandia dengan pengetahuan bahasa Jerman dan Inggris yang buruk tetapi itu tidak menghalanginya berbahasa Inggris dengan saya. Ia memanfaatkan dragonapp atau google-translator untuk menerjemahkan apa yang saya ucapkan dan apa yang dia ingin ucapkan melalui gawai selular.

Lepas menerangkan bahwa makan sarapan adalah jam 06.00 ia berkata bahwa saya bisa memesan sepeda yang diparkir di halaman melalui aplikasi. Ia bekerja di Zarenhof Apartment dan tinggal bersama bibinya di sektor lain. Ia banyak membantu saya dengan pembelian barang keperluan sehari-hari yang dilakukannya sambil menyapu selasar dengan penyedot debu.

Ia adalah contoh dari manusia multi-tugas (multi-tasking), mengerjakan banyak hal dalam satu waktu. Anja adalah satu dari mereka yang dimaksud William Strauss dan Neil Howe sebagai Generasi Millenial. Satu istilah yang dijelaskan dengan pengertian temporal sebagai Generasi Y yang lahir antara pertengahan 1990-an sampai 2000-an. Serta diasumsikan sebagai kelanjutan dari Generasi X (1980-1990) dan pendahulu bagi generasi yang akan datang Gen Z (2000-2010).

Setelahnya orang banyak menulis tentang generasi akan datang tadi, sebuah generasi yang akan berinteraksi dengan lebih banyak gawai dan jejaring digital. Meskipun pada akhirnya kebanyakan pengamat, psikolog, dan juga awam mengklasifikasikan generasi masa kini sebagai mereka yang mempunyai model perilaku dan konsumsi tertentu.

Mereka adalah generasi yang hidup dengan gawai selular, bertransaksi dan berkomunikasi secara digital, senang berbagi apapun termasuk makan pagi yang mereka pesan serta memiliki kecenderungan menanggapi persoalan dengan cara instan. Sedikit banyak gambaran ini adalah realitas dari generasi yang kita maksudkan, namun klasifikasi atau pencerukkan kelompok dengan spesifikasi seperti ini lebih dekat kepada ilmu pemasaran (marketing).

Mereka, kaum millenial ini tidak lebih dilihat sebagai ceruk pasar, konsumen, dan peluang konsumsi dalam masyarakat post-metropolis. Mereka tidak pernah diterangkan sebagi sebuah fenomena padahal persoalan milenial tidak berdiri sendiri pada si subjek yang terdefinisikan, namun juga ada faktor-faktor pembentuknya. Singkatnya generasi millenial ini tidak serta merta muncul begitu saja. Sama halnya dengan generasi ET (Extra Terrestrial), generasi Centinental (generasi takut tua), generasi Sellensial (generasi gemerlap) dan generasi-generasi yang muncul dengan aneka nama dagang lainnya.

Millenial dan Formasi Spasial

Adalah John Friedman yang mengutarakan hipotesanya tentang terbentuknya ruang urbanisasi yang mengubah cara pandang dunia, praktik, perilaku dan tata nilai masyarakat hari ini(The World City Hypothesis: 1986). Sebelumnya Edward Soja yang kurang lebih memberikan teoritisasi yang sama tentang kondisi hari ini yang membentuk karakter dan orde sosial masyarakat yang disebutnya sebagai orde Ruang Ketiga (The Third Space). Ada pula Henry Levebre, Michael Foucault, David Harvey sampai Erik Swyngedouw yang jika kita telaah satu per satu maka ada tujuh persoalan umum dari terbentuknya satu kelompok masyarakat yang kita lihat hari ini.

Pertama bahwa terbentuknya kelompok sosial seperti generasi millenial itu merupakan forma dan perkembangan kota-kota dunia yang semakin lama semakin mengarah kepada terbentuknya jejaring metropolitan. Ia muncul karena proses kompresi ruang/tekanan akan spasial yang semakin tinggi dan terintegrasi dengan sistem ekonomi dunia yang melahirkan kota-kota megapolitan (post metropolis).

Baru setelah Henry Levebre memberikan dasar bagi diskursus pembentukan ruang dalam trilogi produksi (Production of Space), maka kajian sosiologi hari ini bergerak dari persoalan waktu dalam dialektika historis (ekonomi-politik) kepada ekonomi-politik dan ruang (spasial).

Menurutnya pengalaman manusia masa lalu tentang sejarah pelan-pelan bergerak kepada pengalaman manusia tentang meruang. Hari ini gejala tadi jauh lebih intens dari yang kita bayangkan sebelumnya. Bila dulu kita memahami desa sebagai entitas yang menyimpan memori romantis maka kini orang berbicara desa sebagai sebuah entitas yang ikut memainkan modal dalam wujud dana desa. Baik kota maupun desa hari ini melebur menjadi sesuatu yang sama, yaitu sama-sama menjadikan modal sebagai pondasi geraknya. Pembangunan jalan tol, infrastruktur, pabrik, bandara, dll., adalah proses mempertautkan satu ruang dengan ruang lainnya sebagai bagian dari gentrifikasi, yaitu ketika mereka yang bermodal mengakumulasi modal-modal baru di satu tempat untuk melipat-gandakan keuntungannya.

Misalnya penggusuran sawah menjadi jalan tol, di satu sisi ia mengubah formasi sosial masyarakat yang dilalui jalan tadi di lain sisi ia menaikkan nilai tanah. Hanya saja mereka yang paling besar berkorban dalam pertarungan ruang tadi adalah mereka yang paling sedikit memperoleh manfaat. Tanah berobah dari sesuatu yang dipenuhi nilai-nilai (spiritual, romantisme, kasih-sayang, sejarah) yang dapat diwariskan untuk kemudian menjadi semacam komoditas saja. Pada transisi nilai semacam ini generasi millenial kemudian melihat keaslian, ke-asal-an sebagai sesuatu yang sekunder dan tidak dapat diwariskan.

Kedua dalam perkembangan ini beberapa kota akan menjadi basing-point (titik tumpu) dari pergerakan modal dan artikulasi barang, jasa, dan pasar. Secara alamiah mereka yang menguasai modal dan memegang kontrol atas modal-modal tadi akan menempati posisi puncak dalam menentukan kombinasi dari pemisahan sekaligus integrasi spasial. Hanya mereka yang memiliki modal besar baik uang maupun kekuasaan yang dapat mengubah tanah sawah di sepanjang Bekasi-Karawang, Serpong-Cilegon menjadi kota-kota mandiri. Melejitkan harga tanah ratusan kali dengan tentu saja menggeser mereka yang kurang uang ke luar menjauh dari kota.

Konsekuensi lanjutan dari rantai produksi tadi adalah eksploitasi sumber daya manusia. Apa yang dikategorikan sebagai kelompok menengah (middle class) misalnya adalah bukan mereka yang memiliki pandangan-pandangan radikal, tetapi mereka yang memiliki gaji dan sanggung membayar kredit makanan, kendaraan, dan perumahan. Di poin ini maka penyebutan millenial bagi kelompok usia 20-40 perkotaan adalah sesuatu yang didasarkan atas kepentingan ekonomi dan pemasaran. Mereka adalah kelompok yang paling membutuhkan asupan nutrisi dan hiburan, yang artinya mereka dianggap kelompok yang paling potensial menjadi konsumen bagi produk-produk industri makanan, bimbel, tontonan, hiburan dan kini politik.

Ketiga, kontrol global yang bekerja di dunia hari ini adalah persoalan struktur dan dinamika produksi dan tenaga kerja. Ini adalah hal yang tidak dapat dihindari dari moda produksi dimana semua diubah menjadi komoditas dengan harga yang kompetitif dan terukur. Sehingga restrukturisasi ruang tadi selalu akan dilihat sebagai sebuah organisasi ekonomi dimana tenaga kerja yang murah dan melimpah adalah bagian yang memang didesain untuk terciptanya keseimbangan harga tadi.

Keberlimpahan tenaga kerja produktif di usia millenial ini dengan sendirinya menjadi sumber daya manusia yang paling murah tetapi sekaligus paling efektif-efisien. Mereka kuat, tidak mudah sakit, tidak mengeluarkan banyak jaminan asuransi, dan paling sedikit memprotes. Mereka juga semakin realistis dalam pengertian bahwa pada akhirnya mereka tidak akan mampu memiliki rumah. Ketidakmampuan membeli ini yang kemudian dicuplik oleh kebanyakan pengamat millenial sebagai sebuah trend. Trend jika anak millenial adalah mereka yang tidak mengagendakan membeli rumah dalam daftar kebutuhan mereka.

Alih-alih dianggap kelompok dengan mobilitas tinggi, pencinta kos-kosan, apartemen dan rasa keterikatan yang rendah terhadap tempat bermukim maka sebenarnya kelompok ini memang adalah mereka yang paling sulit memiliki rumah dibanding generasi-generasi sebelumnya.

Keempat, adanya realitas jika kota-kota dunia akan menjadi pusat dari permodalan internasional. Teknologi digitalisasi mempercepat proses aliran modal ini dengan viral dan masif dan pada akhirnya menjadikan persoalan modal menjadi tiga kelompok besar saja: Teknologi Pembelian (daring) yang mengubah cara orang bertransaksi, Teknologi Pembayaran (payment) yang meredupkan transaksi keuangan kartal menjadi uang-uang digital, dan Teknologi Pengantaran (Transportasi).

Yang kita lihat hari ini menjadi fenoma baru dalam ruang hidup; meledaknya pekerjaan vlogger, developer web, bisnis daring, jasa keuangan digital (bitcoin), atau menjadi driver (pengemudi) ojeg online dan mobil online sebagai lapangan pekerjaan baru. Dengan pekerjaan-pekerjaan yang tidak membutuhkan spesifikasi keahlian dan keilmuan sampai sarjana, master atau doktoral maka pasar tenaga kerja menjadi begitu kompetitif dan kemudian tidak masuk akal. Di bisnis driver ojeg online bisa bersaing mereka yang hanya lulusan SD dengan mahasiswa program doktoral.

Artinya pendidikan sebagai eskalator sosial untuk menaikkan taraf hidup itu sama sekali dimandulkan. Investasi negara yang begitu besar di sektor pendidikan misalnya hari ini menjadi sesuatu yang terlihat kuno, rapuh, dan tanpa masa depan. Ini yang kemudian membuat para millenial dikategorikan sebagai mereka yang tidak terlalu peduli dengan pendidikan, kompetisi keilmuan, dan hal-hal teoritis akademis lainnya.

Kelima, bahwa formasi ruang metropolis selalu akan melahirkan persoalan majemuk. Tidak ada tempat yang memiliki problematik dibantingkan sebuah kota metropolis. Mulai dari permasalahan tenaga kerja, perumahan, pekerjaan, kebersihan, polusi, kesehatan yang lebih pelik. Menyebabkan formasi-formasi politik dan negosiasi di dalamnya akan bergerak dan tersebar dalam bentuk metropolaritas kepentingan. Singkatnya kota besar selalu akan menjadi tempat pertarungan kuasa-kepentingan, politik-ekonomi-ruang. Kuasa tadi membutuhkan dukungan dan pendukung secara legal formal yang diperoleh melalui mekanisme pemilihan umum.

Di sini para millinial selalu akan menjadi kelompok paling potensial sebagai pemilih muda atau pemilih awal untuk direkayasa. Dorongan untuk mencoba sesuatu yang baru yakni menyalurkan aspirasi politiknya secara normal membuat kelompok ini sebagai kelompok yang dinamis dan menarik untuk dikuasai. Secara alamiah pula maka secara politis mereka paling mudah untuk dimanipulasi untuk diperas hak politiknya.

Gerakan pemilih muda, pemilih pintar, pemilih cerdas, dan aneka kampanye normatif lainnya pada akhirnya hanyalah persoalan pemasaran politik (political marketing). Yang hanya melihat kelompok ini sebagai pasar suara, tidak lebih.

Kesimpulan

Bila kita tarik persoalan millenial ini kepada pandangan sosial kritis seperti apa yang dilakukan Levebre, Foucault, Harvey, Soja, Erik, dan pemikir sosiologi urban lainnya maka kita memiliki peluang untuk menggeledah isu millenial secara luas. Diskusi-diskusi lebih lanjut perlu dihidupkan untuk membentuk montase dari banyak pendapat tentang kelompok masyarakat yang akan memainkan peran 20 tahun yang akan datang. Kita sudah melihat bahwa pembentukan atau formasi kelas di masyarakat bukanlah sesuatu yang tidak terhubungkan dengan terjadinya perubahan ruang di masyarakat. Harga tanah di perkotaan yang semakin mahal, penduduk yang semakin terlempar keluar namun harus ulang-aling bekerja setiap hari, dan anak-anak muda yang skeptis memandang dunia hari ini adalah fenomena yang harus kita percaya sebagai satu bagian besar dari pembingkaian masa depan oleh modal-modal.

Apa dan bagaimana istilah millenial ini tiba-tiba menjadi penting setiap menjelang pemilu itu adalah relasi dinamis antara masyarakat dan ruang dalam konteks yang lebih sempit yaitu pertarungan kepentingan ekonomi-politik-ruang. Meskipun terdengar skeptis tetapi kita tetap harus percaya bahwa manusia memiliki kehendak bebas yang tidak serta-merta menempatkan kita sebagai orang yang kalah oleh sedotan-sedotan ekonomi-politik. Kelompok millenial ini harus kita lihat sebagai koalisi-koalisi baru untuk memenangkan pertarungan dan memperoleh keadilan ruang yang selama ini selalu berpihak kepada para pemilik modal. (ah)

 

hakimandi

hakimandi

Scholarship Awardee Lee Kuan Yeuw School of Public Policy (LKYSPP-NUS) Batch 2013. Harvard Kennedy School of Government-LKYSPP-NUS Winter School Urban Policy

54 comments

  • Unquestionably imagine that that you stated. Your favorite reason appeared
    to be at the net the easiest factor to take note of.
    I say to you, I definitely get annoyed whilst people
    think about issues that they plainly don’t realize about.
    You managed to hit the nail upon the highest and outlined out the entire thing with no need
    side-effects , other people can take a signal.

    Will probably be again to get more. Thanks

  • I’m really loving the theme/design of your site.
    Do you ever run into any internet browser compatibility issues?
    A small number of my blog visitors have complained about my
    site not working correctly in Explorer but looks great in Opera.
    Do you have any advice to help fix this issue?

  • Woah! I’m really loving the template/theme of this blog. It’s simple, yet
    effective. A lot of times it’s very difficult to get that “perfect balance” between usability
    and visual appeal. I must say you’ve done a excellent job with this.
    Also, the blog loads super fast for me on Opera.
    Superb Blog!

  • Every weekend i used to go to see this site, as i wish
    for enjoyment, for the reason that this this web site conations genuinely nice funny stuff too.

  • Great website you have here but I was wondering if you knew of any user discussion forums that
    cover the same topics discussed in this article? I’d really like to
    be a part of community where I can get responses from other
    knowledgeable individuals that share the same interest.
    If you have any suggestions, please let me know. Bless you!

  • Thanks for one’s marvelous posting! I definitely enjoyed reading it, you might be a great author.
    I will be sure to bookmark your blog and will often come back very soon. I want to encourage continue your
    great work, have a nice holiday weekend!

  • I’m really enjoying the theme/design of your blog.
    Do you ever run into any browser compatibility problems?
    A handful of my blog audience have complained about my website not operating
    correctly in Explorer but looks great in Opera. Do you have
    any tips to help fix this issue?

  • Hello just wanted to give you a brief heads up and let you know a few of
    the pictures aren’t loading properly. I’m not sure why but I think its a linking issue.
    I’ve tried it in two different web browsers and both show the same
    outcome.

  • Hey just wanted to give you a quick heads up. The words in your content seem to
    be running off the screen in Internet explorer. I’m not sure if this is a formatting issue or something to do with browser compatibility but I figured I’d post to let you
    know. The design look great though! Hope you get the issue fixed soon. Cheers

  • Only a smiling visitor here to share the love (:, btw great style. “Treat the other man’s faith gently it is all he has to believe with.” by Athenus.

  • I like what you guys are up too. Such clever work and reporting! Carry on the superb works guys I’ve incorporated you guys to my blogroll. I think it will improve the value of my web site 🙂

  • you’re really a excellent webmaster. The website loading pace is incredible. It seems that you’re doing any distinctive trick. Furthermore, The contents are masterpiece. you’ve done a fantastic process on this matter!

  • Thank you, I have recently been looking for information about this topic for a while and yours is the best I have came upon till now. But, what in regards to the conclusion? Are you certain about the supply?

  • Hi my family member! I want to say that this article is awesome, great written and come with almost all vital infos. I would like to see more posts like this .

  • The subsequent time I learn a weblog, I hope that it doesnt disappoint me as a lot as this one. I imply, I know it was my option to read, but I actually thought youd have something fascinating to say. All I hear is a bunch of whining about something that you possibly can fix when you werent too busy searching for attention.

  • When I originally commented I clicked the “Notify me when new comments are added” checkbox and now each time a comment is added I get several emails with the same comment. Is there any way you can remove people from that service? Bless you!

  • Hello there! This is my first visit to your blog! We are a group of volunteers and starting a new initiative in a community in the same niche. Your blog provided us useful information to work on. You have done a wonderful job!

  • Nice post. I was checking constantly this blog and I’m impressed! Very helpful information specially the last part 🙂 I care for such info much. I was looking for this certain info for a long time. Thank you and best of luck.

  • Hi, Neat post. There is a problem with your site in internet explorer, would check this… IE still is the market leader and a huge portion of people will miss your wonderful writing because of this problem.

  • I’m not sure where you’re getting your info, but good topic. I needs to spend some time learning more or understanding more. Thanks for excellent information I was looking for this info for my mission.

  • This is the fitting weblog for anyone who needs to search out out about this topic. You realize a lot its virtually hard to argue with you (not that I actually would need…HaHa). You definitely put a new spin on a topic thats been written about for years. Great stuff, simply great!

  • What i do not realize is in reality how you are now not really much more neatly-liked than you might be right now. You are so intelligent. You know thus significantly in relation to this topic, made me in my view consider it from a lot of numerous angles. Its like men and women are not interested unless it’s one thing to accomplish with Lady gaga! Your personal stuffs nice. Always take care of it up!

  • I am often to blogging and i really appreciate your content. The article has really peaks my interest. I am going to bookmark your site and keep checking for new information.

  • There are certainly a variety of details like that to take into consideration. That is a great level to carry up. I offer the thoughts above as basic inspiration but clearly there are questions just like the one you deliver up the place a very powerful factor can be working in sincere good faith. I don?t know if greatest practices have emerged round things like that, however I am certain that your job is clearly recognized as a fair game. Both girls and boys feel the affect of just a moment’s pleasure, for the remainder of their lives.

  • Very interesting subject, thanks for putting up. “He who seizes the right moment is the right man.” by Johann Wolfgang von Goethe.

  • My wife and i felt very cheerful Michael could deal with his inquiry via the precious recommendations he had in your site. It’s not at all simplistic to simply find yourself giving freely helpful hints which the rest may have been trying to sell. And now we grasp we’ve got the website owner to appreciate because of that. These illustrations you made, the easy website navigation, the relationships you help create – it is mostly great, and it’s leading our son in addition to us reason why the matter is cool, which is especially pressing. Thanks for all the pieces!

  • There are definitely a number of particulars like that to take into consideration. That could be a nice level to carry up. I provide the thoughts above as common inspiration however clearly there are questions like the one you bring up where a very powerful thing might be working in honest good faith. I don?t know if finest practices have emerged around issues like that, however I am sure that your job is clearly identified as a fair game. Both boys and girls really feel the impression of just a second’s pleasure, for the remainder of their lives.

  • F*ckin¦ amazing issues here. I¦m very satisfied to look your article. Thank you a lot and i am looking ahead to contact you. Will you kindly drop me a e-mail?

  • I will immediately grasp your rss as I can not to find your email subscription hyperlink or newsletter service. Do you’ve any? Please allow me recognise in order that I could subscribe. Thanks.

  • I just could not depart your site before suggesting that I extremely enjoyed the usual information a person supply in your visitors? Is gonna be back ceaselessly in order to investigate cross-check new posts.

  • Very nice post. I just stumbled upon your blog and wanted to mention that I’ve truly loved surfing around your weblog posts. In any case I’ll be subscribing to your rss feed and I hope you write once more very soon!

  • Hey there would you mind sharing which blog platform you’re working with? I’m going to start my own blog soon but I’m having a difficult time deciding between BlogEngine/Wordpress/B2evolution and Drupal. The reason I ask is because your design and style seems different then most blogs and I’m looking for something completely unique. P.S My apologies for being off-topic but I had to ask!

  • Howdy! This is my first visit to your blog! We are a collection of volunteers and starting a new project in a community in the same niche. Your blog provided us valuable information to work on. You have done a wonderful job!

Tentang Penulis

hakimandi

hakimandi

Scholarship Awardee Lee Kuan Yeuw School of Public Policy (LKYSPP-NUS) Batch 2013. Harvard Kennedy School of Government-LKYSPP-NUS Winter School Urban Policy

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.